World Earth Day
Lingkungan merupakan kesatuan antara komponen biotik dan abiotik yang berperan penting dalam menopang kehidupan. Namun, pertumbuhan penduduk, perkembangan teknologi, dan meningkatnya aktivitas pembangunan menyebabkan lingkungan menghadapi berbagai ancaman. Sebagai generasi muda yang menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agent of change yang tidak hanya peka terhadap isu lingkungan, tetapi juga aktif menghadirkan solusi dan tindakan nyata melalui edukasi serta pengabdian kepada masyarakat.
Meningkatnya permasalahan sampah menjadi salah satu tantangan yang dipengaruhi oleh rendahnya kesadaran masyarakat dan keterbatasan pengelolaan sampah. Kondisi ini memicu berbagai dampak, seperti banjir, cuaca ekstrem, hingga beberapa kejadian kebakaran di Tempat Pembuangan Sampah (TPS), yang secara tidak langsung turut memengaruhi kondisi kesehatan, sosial, dan ekonomi masyarakat.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap isu tersebut, Badan Semi Otonom Komunitas Mahasiswa Peduli Lingkungan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana menyelenggarakan World Earth Day (WEDA) sebagai kegiatan tahunan dalam rangka memperingati Hari Bumi Sedunia. Pada tahun 2026, WEDA mengusung tema “Eco Movement: Growing Green Minds for a Better Future” dengan tiga rangkaian kegiatan utama, yaitu Eco Arts, Eco Plant Action, dan Eco Class.
Eco Arts dilaksanakan secara daring melalui beberapa tahapan, yaitu Technical Meeting, pendaftaran peserta, pengumpulan karya, voting karya terfavorit, dan penjurian. Selanjutnya, Eco Plant Action diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan briefing penanaman, kemudian kegiatan penanaman bibit pohon. Setelah itu, rangkaian Eco Class dilaksanakan melalui penyampaian tiga materi interaktif menggunakan media PowerPoint, poster, dan games. Setelah sesi materi, peserta mengikuti kegiatan crafting dengan menempelkan sampah bekas bungkus makanan pada gambar yang telah disediakan. Sebagai penutup, dilaksanakan sesi awarding bagi seluruh peserta yang aktif mengikuti kegiatan Eco Class.
Melalui seluruh rangkaian kegiatan tersebut, World Earth Day (WEDA) KMPL bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan pemahaman mengenai pentingnya menjaga lingkungan di kalangan anak-anak, siswa, dan mahasiswa. Selain itu, WEDA menjadi wadah untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa maupun siswa, serta mendorong peran aktif mahasiswa, siswa, dan anak-anak sebagai agent of change yang mampu mengajak serta memengaruhi lingkungan sekitarnya agar lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan.
WORLD EARTH DAY 2026
Eco Movement : Growing Green Mind for A Better Future
Waktu Pelaksanaan:
Eco Class : 28 Maret 2026
Eco Plant Action : 25 April 2026
Hari Bumi Sedunia selalu membawa semangat baru, dan tahun ini Badan Semi Otonom Komunitas Mahasiswa Peduli Lingkungan (KMPL) Fakultas Kedokteran Universitas Udayana hadir kembali dengan gebrakan melalui rangkaian acara World Earth Day (WEDA) 2026. Mengusung tema “Eco Movement: Growing Green Minds for a Better Future”, kegiatan ini dirancang bukan sekadar seremoni sesaat, melainkan sebuah gerakan berkelanjutan untuk menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini.
Rangkaian acara diawali dengan Eco Arts, sebuah perlombaan poster publik secara online yang terbuka bagi siswa SMA dan mahasiswa di seluruh Indonesia. Peserta ditantang untuk menuangkan gagasan, kritik, serta solusi kreatif mengenai permasalahan sampah dan lingkungan ke dalam bentuk visual yang komunikatif. Mulai dari pendaftaran daring hingga masa voting karya terfavorit di Instagram WEDA, antusiasme peserta sangat tinggi. Lomba ini membuktikan bahwa seni bisa menjadi senjata ampuh untuk menyuarakan isu lingkungan. Karya-karya poster yang terkumpul tidak hanya estetik, tetapi juga sarat akan pesan edukatif yang mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan bumi.
Puncak edukasi langsung turun ke lapangan melalui program Eco Class yang dilaksanakan di SDN 5 Pedungan. Panitia dan volunteer dari KMPL mengajak adik-adik Sekolah Dasar untuk mengenal lingkungan melalui metode interaktif. Suasana kelas mendadak hidup saat pemaparan materi tentang jenis-jenis sampah (organik, anorganik, B3, dan residu) diselingi dengan games menarik seperti “Pilah Pilih Sampah Check!”. Tidak hanya itu, anak-anak juga diajak mengikuti sesi crafting kreatif menempelkan bentuk menggunakan bekas bungkus makanan. Melihat mata anak-anak berbinar antusias saat menjawab pertanyaan post-test dan berlomba merapikan pilahan sampah sungguh mengesankan. Di akhir acara, sesi awarding memberikan apresiasi kepada peserta teraktif dan terajin, membuat suasana belajar terasa sangat menyenangkan. Poster edukasi yang dibagikan juga memastikan bahwa pesan menjaga lingkungan ini bisa terus dipelajari di kelas.
Sebagai penutup dari seluruh rangkaian acara, WEDA 2026 menghadirkan Eco Plant Action sebagai puncak perayaan yang berlokasi di Tanjung Benoa. Ditemani oleh para panitia, pembina BSO KMPL, serta jajaran petinggi fakultas, para volunteer mahasiswa bergotong royong melakukan aksi penanaman pohon secara simbolis hingga tuntas. Suasana kebersamaan sangat terasa saat tangan-tangan muda mulai menimbun tanah dan merawat bibit-bibit pohon harapan baru. Kegiatan ini memberikan kepuasan tersendiri. Berada di alam terbuka sambil beraksi nyata menanam bibit mengajarkan bahwa menjaga bumi tidak cukup hanya dengan teori, tetapi harus dibuktikan lewat tindakan langsung demi kelangsungan hidup generasi masa depan.
Rangkaian kegiatan WEDA 2026 ini meninggalkan kesan mendalam—dari kreativitas digital lewat Eco Arts, senyum ceria anak-anak di Eco Class, hingga hijaunya bibit pohon di Tanjung Benoa. Gerakan ini membuktikan bahwa sebagai agent of change, mahasiswa dan generasi muda mampu membawa perubahan positif yang berkelanjutan, dimulai dari langkah kecil di diri sendiri.
Ditulis oleh: Anak Agung Istri Sanya Githa Laksmi
contact us